Loading...

Dompet Dhuafa Bantu Febby: Bukan Penjual Kopi Biasa

Sukabumi – Febby Ayu Arianti (17), gadis belia asal Sukabumi yang sempat viral beberapa  pekan lalu terlihat gembira saat tim Dompet Dhuafa bersilaturahim ke kediamannya di Kampung Cireundeuy Desa Bojongjengkol Kecamatan Jampang Tengah Sukabumi pada Senin (09/03) lalu. Kabarnya yang viral disebabkan kondisi Febby yang masih remaja, terpaksa tak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan sehari-harinya sebagai penjual kopi di warung kopi milik orang tuanya juga cukup membuat viral dunia maya. Pasalnya, di sela-sela menjual kopi, Febby pun mahir membuat sketsa wajah dengan menggunakan media kertas dan pensil. Febby mengaku belajar membuat sketsa dari hasil otodidak dengan melihat televisi.

“Ia kak, saya bisa bikin sketsa ini karena liat dari TV. Terus saya gambar di kertas. Pas SD sering gambar juga sih. Yaa, alhamdulillah banyak yang suka pesen”, ujar Febby pada tim saat ditemui di depan warung kopi.

Febby bercita-cita ingin menjadi pelukis dan ingin belajar serius dalam pendidikan seni. Namun karena keterbatasan ekonomi, anak dari tukang ojek pangkalan ini tak dapat melanjutkan pendidikannya.

“Saya hanya tukang ojek biasa pak di sini. Sehari-hari juga pendapatan tak tentu. Kadang bisa sepi orderan”, tutur sang ayah Aden Subandi.

Uang hasil ngojek dan warung hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya berobat sang nenek di rumah.

“Sekarang tidak bisa lanjut sekolah karena tidak ada biaya, saya bantu ibu jaga warung untuk kebutuhan sehari-hari”, jelasnya.

Dompet Dhuafa segera merespon berita yang didapat dari kumparan.com mengenai kisah Febby, Gadis Penjaga Kopi di Sukabumi: Putus Sekolah, Jago Gambar dan Bahasa Inggris. Dan setelah diberikannya bantuan, tim akan memonitor perkembangan aktivitas Febby dalam beberapa waktu ke depan.

-
-
254

Komentar