Loading...

Junaidi dan Asa Pedagang Kecil

Image

Posted By : Rahayu Saputro

Date : 26 March 2020

Depok – Ada pemandangan tak biasa malam itu, Rabu (25/3). Saat hari libur biasanya banyak orang yang menghabiskan malam di sekitar Taman Merdeka, Sukmajaya, Depok. Hari itu tak banyak orang berkerumun. Maklum hari-hari ini masyarakat memang membatasi diri untuk beraktivitas di luar, utamanya malam hari. Pun begitu juga dengan anak muda yang menjadi pelanggan kacang rebus Junaidi (35).

Junaidi maklum dengan kondisi akhir-akhir ini. Ia juga mengetahui himbauan dari Pemda setempat yang dibantu Polisi dan Satpol PP agar para warga tak berkerumun lagi di malam hari. Namun, berdiam diri di rumah bukanlah sebuah pilihan bagi Junaidi. Aktivitasnya sebagai penjual kacang rebus memang di waktu sore hingga malam hari.

Hal ini pun berimbas bagi penghasilan ia dan keluarga. Mulai beberapa minggu ini ia mulai mengurangi stok kacang yang ia jual. Begitu pun dengan jam operasional yang biasanya maksimal hingga pukul 1 pagi kini ia kurangi menjadi pukul 11 malam saja.

Sebagai manusia biasa, tak bisa dipungkiri ada rasa khawatir yang menggelayuti hati dan pikiran manakala virus berbahaya menyerang beliau. Namun hal itu ia kesampingkan demi menghidupi keluarga kecil yang ia cintai.

“Yah, dibilang takut ya saya takut juga, tapi namanya urusan perut sama kontrakan gak pernah libur,” ujar Jun di kediamannya Jl Merdeka Barat, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok.

Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menyadari bahwa saat ini merupakan masa sulit bagi siapa pun, tak terkecuali dengan pak Junaidi. Faktor ekonomi menjadi kesulitan bagi masyarakat kecil seperti Junaidi, terlebih beliau dan istri merupakan pasangan disabilitas yang mengandalkan usaha kecilnya untuk membiayai 3 anaknya dan membayar kontrakan setiap bulan.

Dompet Dhuafa membantu paket sembako untuk Junaidi guna meringankan beban hidup dan ekonomi keluarga, mengingat omset usahanya yang sedang merosot akhir-akhir ini. Paket sembako diterima langsung oleh Junaidi, pada Kamis (26/3), di kediaman beliau.

“Terima kasih kepada dompet dhuafa khususnya para donatur yang telah membantu meringankan beban kami,” ucap Junaidi.

Tak lupa Junaidi berharap kondisi ini segera berakhir mengingat pedagang kecil lain seperti Junaidi banyak menggantungkan nasibnya dari usaha harian yang dilakoni. (Rif)

-
-
212

Komentar