Kompor Gas Penyala Semangat Wirausaha Nenek Ramah
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 27 June 2019

TANGERANG SELATAN – Hari mulai menjelang pagi, ketika adzan subuh berkumandang, dan ayam berkokok sahut-sahutan, Nenek Ramah (67) sedang sibuk mempersiapkan dagangannya selepas menunaikan Shalat Subuh di Kamarnya yang berukuran 3x3 meter itu. Tumpukan goreng-gorengan, seperti bakwan, tahu, risol, dan tak lupa menu utama, nasi uduk yang terbungkus daun pisang, sudah siap disajikan para pelanggan setia.
Sebelum berdagang keliling, ada saja warga yang datang ke Rumahnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pagi hari sebelum beraktifitas. Mereka datang mulai dari setengah enam hingga pukul setengah tujuh pagi. Maklum, mereka tahu bahwa Nenek Ramah mulai bergegas keliling kampung setelah melayani mereka.
Nenek Ramah hidup seorang diri. Setelah sang suami meninggal beberapa tahun silam dan putera semata wayangnya, Rapid, menikah dan tinggal bersama anak istri yang memilih mandiri. Sebelum berdagang nasi uduk, Nenek Ramah pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga dan pengasuh anak. Kini, ia bertekad kembali menekuni usaha dagang yang dulu pernah di tekuninya semasa muda.
“Dulu kan saya pernah kerja sama orang, momong anak, kerja rumah tangga, yah pokoknya serabutan dah, nah sekarang mau kayak dulu lagi dagang. Nenek kan sekarang udah tua tenaga gak kuat lagi kalo kerja rumah tanggaâ€, kenang Nenek Ramah dengan logat Betawi yang khas.
Sudah hampir genap satu tahun ia mulai menjalani peran sebagai Pedagang, selama itu pula ia memasak dengan kompor satu tungku “antik†miliknya. Keinginan Ramah untuk memiliki kompor gas dua tungku mulai terbersit dan hanya bisa memendam karena tak ingin merepotkan anak.
Melihat kebutuhan yang mendesak, sang keponakan, Eka, mengajukan bantuan untuk Nenek Ramah dengan harapan agar Dompet Dhuafa mengabulkan harapan Nenek Ramah untuk bisa mempunyai kompor gas dua tungku.
“Saya kasian pak lihat dia (Nenek Ramah), usahanya semangat banget walau usianya udah tua, keinginan dia cuma satu, ya kompor gas itu,†ujar Eka kepada tim Dompet Dhuafa.
Tak butuh waktu lama, assessment dilakukan dan tim Dompet Dhuafa menyampaikan amanah Donatur pada Selasa (25/06) lalu berupa kompor gas, selang regulator, dan modal usaha, agar kegiatan perniagaan Nenek Ramah berjalan lancar dan semangat wirausaha diusia senja tetap terjaga.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Dompet Dhuafa, semua yang diberikan ini sangat bermanfaat buat saya, dan insha Allah akan saya gunakan untuk dagang,†ucap Ramah dengan haru.
Rifky Reynaldi/ LPM-DD
Komentar
Pencarian
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor
-
LPM Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Toko UMKM Imbas Eskalasi Demo Kwitang