LPM Dompet Dhuafa Gelar Jambore Jiwa Sehat
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 11 November 2022
Sebanyak 70 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti kegiatan "Jambore Jiwa Sehat" yang digelar Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, di Gunung Mas, Bogor, Rabu (09/11).
Jambore berlangsung selama dua hari melibatkan para rehabilitan mental dan pendamping yang berasal dari 3 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yaitu RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta, RSJ Islam Klender dan 10 Panti Rehabilitasi Sosial yang menangani ODG: Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahudin Bogor, Yayasan Jamrud Biru Bekasi, Yayasan Galuh Bekasi, Yayasan Al Fajar Berseri Bekasi, Yayasan Darul Iman Bogor, Yayasan Darul Miftah Mulya Tangerang, Yayasan Rumah Pulih Jiwa Cianjur, Yayasan Jiwa Layang Jakarta, Yayasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Semplak Bogor dan Yayasan Global Mental Care Bogor.
Acara dibuka Kepala LPM Dompet Dhuafa M. Noor Awaluddin Asjhar, dihadiri Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Deka Kurniawan serta Pranata Humas Ahli Muda Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI Ika Agus Setyarukmi.
Dalam sambutan pembuka, Kepala LPM Dompet Dhuafa M. Noor Awaluddin Asjhar mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali ke-2 yg digelar LPM Dompet Dhuafa sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa serta menurunkan stigma buruk ODGJ, baik dari keluarga maupun masyarakat.
"Silaturahim ini adalah ajang berbagi informasi dan berbagi pengalaman. Selain itu, berharap meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri ODGJ dalam beraktualisasi, berkarya, dan pengembangan potensi diri yang dimiliki, sehingga dihargai layaknya manusia. Semoga kegiatan ini berkelanjutan dan bermanfaat bagi peserta dalam membantu proses pemulihan di Lembaga rehabilitasi. Terima kasih telah membersamai mereka."
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Deka Kurniawan yang hadir di acara tersebut menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas mental. "Sungguh sebuah kerja kepahlawanan yang patut diapresiasi, patut didukung, patut dijadikan model agar bisa dilakukan lembaga-lembaga sosial yang ada di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut dan berkembang lebih maju lagi."
"Terima kasih LPM, memfasilitasi jalannya jambore disabilitas mental. Dengan adanya wadah seperti ini, kita semua bisa berbaur, saling bersinergi dan bekerjasama untuk merawat dan peduli sehingga pasien gangguan jiwa bisa diberdayakan. Warga binaan kami sangat happy tadi, salam jiwa sehat," ujar Salamiyah, pendamping RSJ Soeharto Heerdjan.
Pada jambore kali ini terdapat fun game, perlombaan, jalan santai dan penampilan kreasi dari para rehabilitan mental serta dialog terbuka antara para pendamping dengan pemangku kebijakan, dalam hal ini Kementerian Sosial dan Komisi Nasional Disabilitas. Pada akhir acara, seluruh peserta mendapatkan bingkisan berupa hygiene kit. Mereka juga dibekali dengan pengarahan agar dapat mengurus kebutuhan pribadi dengan lebih mandiri.
Dalam sambutan pembuka, Kepala LPM Dompet Dhuafa M. Noor Awaluddin Asjhar mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali ke-2 yg digelar LPM Dompet Dhuafa sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa serta menurunkan stigma buruk ODGJ, baik dari keluarga maupun masyarakat.
"Silaturahim ini adalah ajang berbagi informasi dan berbagi pengalaman. Selain itu, berharap meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri ODGJ dalam beraktualisasi, berkarya, dan pengembangan potensi diri yang dimiliki, sehingga dihargai layaknya manusia. Semoga kegiatan ini berkelanjutan dan bermanfaat bagi peserta dalam membantu proses pemulihan di Lembaga rehabilitasi. Terima kasih telah membersamai mereka."
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Deka Kurniawan yang hadir di acara tersebut menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa yang telah memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas mental. "Sungguh sebuah kerja kepahlawanan yang patut diapresiasi, patut didukung, patut dijadikan model agar bisa dilakukan lembaga-lembaga sosial yang ada di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut dan berkembang lebih maju lagi."
"Terima kasih LPM, memfasilitasi jalannya jambore disabilitas mental. Dengan adanya wadah seperti ini, kita semua bisa berbaur, saling bersinergi dan bekerjasama untuk merawat dan peduli sehingga pasien gangguan jiwa bisa diberdayakan. Warga binaan kami sangat happy tadi, salam jiwa sehat," ujar Salamiyah, pendamping RSJ Soeharto Heerdjan.
Pada jambore kali ini terdapat fun game, perlombaan, jalan santai dan penampilan kreasi dari para rehabilitan mental serta dialog terbuka antara para pendamping dengan pemangku kebijakan, dalam hal ini Kementerian Sosial dan Komisi Nasional Disabilitas. Pada akhir acara, seluruh peserta mendapatkan bingkisan berupa hygiene kit. Mereka juga dibekali dengan pengarahan agar dapat mengurus kebutuhan pribadi dengan lebih mandiri.
Komentar
Pencarian
Berita Terkini
-
Muharram Fest 2026: Merajut Kasih, Menyemai Senyum Yatim di Bulan Mulia
-
Semarak Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi dan Kreativitas Bagi Anak Yatim
-
Program Pemuda Tangguh LPM Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Muda
-
LPM Dompet Dhuafa Beri Santunan dan Pendampingan Keluarga Korban Bekasi
-
Gelar Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Kreasi untuk Kebahagiaan Anak Yatim
-
Inovasi Inklusi, LPM Manfaatkan Aktivitas Bertani sebagai Media Terapi Mental
-
Dukung Reintegrasi ke Masyarakat, Bapas Jakarta Timur dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Pelatihan Barista
-
Momentum Muharram: Bersama Kuatkan Adik Yatim
-
LPM Dompet Dhuafa dan Anayatrans Hibur Anak Yatim dengan Rekreasi Edukatif di Taman Safari Bogor
-
Dari Duka ke Harapan, Dompet Dhuafa Dampingi Korban Kecelakaan Bekasi Bangkit Kembali