Loading...

Program Tebus Ijazah Konsisten Hadirkan Asa dan Dampak Nyata

Image

Posted By : Rahayu Saputro

Date : 15 July 2022

Pelayanmasyarakat.org, BEKASI--Yusup Sopian (20) adalah anak sulung dari pasangan keluarga Yoyoh dan Asep. Kondisi kehidupan mereka termasuk keluarga sederhana, Ibu mengurus rumah tangga sedangkan Ayah sebagai tulang punggung keluarga, bekerja serabutan dari pagi hingga larut malam hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bertahun-tahun lamanya keadaan mereka tak kunjung membaik, sehingga setelah menamatkan pendidikan di salah satu sekolah kejuruan di Bandung, Yusup memutuskan untuk bekerja dengan harapan bisa membantu perekonomian keluarga.

Sudah lebih dari 2 tahun Yusup berusaha mendapatkan pekerjaan, namun hal itu tak kunjung ada hasil. Pasalnya, selama ini ia hanya bermodalkan Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolahnya. Yusup menceritakan bahwa pernah ada beberapa perusahaan yang dia sambangi menghubunginya untuk bekerja, namun saat diminta kelengakapan dengan melampirkan bukti ijazah sebagai persyaratannya, perusahaan tersebut menangguhkan bahkan ada yang sampai membatalkannya.

Program Tebus Ijazah Konsisten Hadirkan Asa dan Dampak Nyata (Foto: LPM)

Pada Selasa (21/6), Tim dari LPM Dompet Dhuafa bersama Yusup berkunjung ke sekolah guna membayar seluruh tunggakan biaya pendidikan yang belum terselesaikan. Bantuan diberikan langsung kepada pihak Sekolah. Alhamdulillah ijazah sudah bisa diambil oleh Yusup.

“Terima kasih kepada para Dermawan Dompet Dhuafa yang telah membantu saya untuk menerima ijazah ini. Insya Allah akan saya gunakan untuk melamar kerja, sehingga mampu meringankan beban ekonomi keluarga,” ujar Yusup di kediamannya.

Cerita bahagia lainnya datang dari Fauzan Ramdani (20). Fauzan yang selama ini tinggal bersama ibu dan neneknya, kini sudah bisa membantu perekonomian keluarga. Setelah ibunya memasuki masa pensiun sebagai tenaga keamanan di perusahaan swasta, keseharian ibu hanya mengurus nenek yang sudah lanjut usia sehingga tulang punggung keluarga beralih kepada Fauzan. Beruntungnya Fauzan merupakan salah satu penerima manfaat program Tebus Ijazah LPM Dompet Dhuafa yang telah mendapatkan pekerjaan sebagai Operator Produksi di salah satu perusahaan manufaktur otomotif terkemuka di Bekasi.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah membantu menebus ijazah saya, semoga dengan pekerjaan yang saya dapatkan ini bisa membantu ekonomi keluarga,” ucap Fauzan.

Program Tebus Ijazah LPM Dompet Dhuafa memang dihadirkan bagi mereka, individu yang telah menamatkan pendidikan namun terkendala kepemilikan ijazah. Hal ini berdampak pada kelengkapan administrasi ketika mereka ingin mendapatkan pekerjaan dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (LPM/ RR)

-
-
205

Komentar