100 Adik Yatim Pertama Kali Ke Baduy, Mengenal Toleransi dan Kearifan Lokal Kampung Gajeboh
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 01 August 2023
BADUY, BANTEN — Yatim Berbudaya “Saba Baduy†merupakan sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Kegiatan ini digelar guna memberikan ruang bagi anak-anak yatim untuk mengenal lebih dekat adat, budaya, dan kearifan Suku Baduy Luar.
Pada Sabtu hingga Minggu (29-30/7/2023), LPM Dompet Dhuafa mengajak 100 anak yatim yang berasal dari Jabodetabek untuk mengunjungi dan bermalam di Kampung Gajeboh, Kanekes, Lebak, Banten. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan sekaligus pembekalan karakter anak-anak yatim, khususnya kebudayaan tentang baduy, baik baduy luar maupun suku baduy dalam, dan juga sebagai momentum peringatan 10 Muharram 1445 H.
Yatim Berbudaya “Saba Baduy†secara resmi dibuka oleh Arif Rahmadi Haryono selaku General Manager Layanan Sosial dan Advokasi Dompet Dhuafa dengan menyematkan atribut “Saba Baduy†secara simbolis kepada perwakilan peserta. Ia berpesan untuk bisa menjaga sikap dan kebersihan lingkungan selama berada di Baduy.


“Selamat datang dan kita berterima kasih tentunya kepada masyarakat Baduy yang sudah menerima kita. Karena kita ini pendatang dan tamu, maka tolong jaga sikap, jaga perilaku, dan jaga kebersihan. Nanti teman-teman akan bisa belajar, bisa melihat secara langsung bagaimana Suku Baduy sebagai salah satu suku adat yang memegang teguh budaya dan adat istiadatnya,†ungkap Arif.
Baca juga: Sambut Tahun Baru 1445 H, LPM Dompet Dhuafa Gelar Jambore Anak Hebat Bagi 100 Yatim se-Jabodetabek
Berbagai kegiatan menarik yang dapat menambah pengalaman anak-anak juga dihadirkan dalam kegiatan ini. Di antaranya sharing session dengan Ayah Karmain, penduduk asli Suku Baduy Dalam, pembuatan tenun dan benang, salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy, pembuatan tas rajut, produk kearifan lokal ala Suku Baduy, dan penampilan musik tradisional khas Baduy.
Setelah sampai di Terminal Ciboleger, anak-anak diberikan amunisi berupa air minum dan snack sebagai perbekalan menuju Kampung Gajeboh Suku Baduy Luar. Meski menempuh jarak 1-3 km, para peserta juga dibuat takjub dengan pemandangan yang masih asri dan terjaga, ketat adat dan tradisi budayanya. Kegiatan dilanjutkan dengan Saba Baduy yang mendatangkan langsung Ayah Karmain selaku Juru Bicara Suku Baduy Dalam.


Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini disambut baik oleh Ayah Karmain dan masyarakat Baduy sekitar kampung Gajeboh. Ia berharap, hadirnya anak-anak di sini mereka bisa membawa pulang banyak pelajaran dan bisa menambah ilmu serta wawasan yang lebih luas.
“Kalau kedatangan anak-anak dari Dompet Dhuafa, kami merasa bungah (bangga) dan gembira, karena kami di sini ada semacam amanah yang namanya anak yatim itulah kita harus bisa membantu anak yatim karena itu kewajiban. Kita harus saling menolong, kita merasa bungah kedatangan Dompet Dhuafa. Meski malam ini memang menginapnya sangat sederhana, tapi memang aturan adat kami seperti ini,†ujar Ayah Karmain.
Lampu penerangan yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat Suku Baduy. Mereka tampak antusias yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada Ayah Karmain.


Berada di tepian Sungai Ciujung, Kampung Gajeboh menaungi sekitar 60 rumah. Tidak sendiri, banyak rangkaian kampung Baduy Luar yang menemani. Kampung Kadu Ketug, Cimarengo, dan Balingbing adalah tetangga terdekatnya.
Adat istiadat dan tradisi yang masih sangat terjaga membuat Dompet Dhuafa ingin mengenalkan kepada anak-anak juga memberikan pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran bagi mereka.
“Anak anak bisa membawa bekal tentang toleransi, juga mengenal kearifan lokal, supaya ini bisa menjadi bekal anak-anak ke depan bahwa dunia ini tidak hanya ada di dalam gadget saja. Masyarakat di sini bisa hidup tanpa gadget, tanpa listrik tapi mereka bisa bertahan hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak alam.


Output dari kegiatan ini, selain mengajak anak-anak berwisata sambil belajar, Dompet Dhuafa juga memperhatikan sustainability pendidikan dan ekonomi mereka di mana setelah kegiatan ini, akan mendapatkan beasiswa pendidikan yatim yang akan berlanjut di mana pemberian dana beasiswa hingga lulus.
Zidni Agnia Ilman (17) salah satu peserta berasal dari Bekasi mengungkapkan perasaan takjubnya pada keindahan Baduy.
“Senang banget bisa ke sini, karena belum pernah ke Baduy sebelumnya. Memang pengin ke Baduy. Saya dapat pelajaran untuk bisa bertahan hidup dengan kondisi seadanya, apalagi tanpa listrik tanpa sinyal, apalagi pemandangannya masih asri. Perjalanannya juga seru banget,†kata Zidni. (Dompet Dhuafa/Anndini)
Komentar
Pencarian
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor
-
LPM Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Toko UMKM Imbas Eskalasi Demo Kwitang