Loading...

Staedtler dan Dompet Dhuafa Bantu Disabilitas Anak

Image

Posted By : Rahayu Saputro

Date : 25 December 2020

BOGOR -- Staedtler bersama Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan santunan pendidikan kepada empat Disabilitas Anak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Staedtler pada anak-anak disabilitas di Indonesia melalui kampanye #KaryaBaik.

#KaryaBaik merupakan sebuah kampanye kebaikan yang dikemas dalam bentuk lomba mewarnai yang diadakan di 32 Kota di Indonesia. #KaryaBaik bukan lomba mewarnai biasa, mereka dapat langsung berdonasi dari partisipasi mereka di lomba #KaryaBaik.

Lewat kampanye ini, Staedtler Indonesia mengajak masyarakat ikut serta dalam #KaryaBaik, karena setiap hasil karya yang dihasilkan akan ditukar menjadi donasi sebesar Rp1.500 yang akan disumbangkan melalui Dompet Dhuafa kepada anak-anak disabilitas di Indonesia.

"Staedtler berkomitmen penuh dalam berbagai kebaikan kepada anak-anak Indonesia, selain kebaikan dari segi produk yang kami hasilkan tapi juga mengajak masyarakat untuk berbagi kebaikan bagi sesama lewat #KaryaBaik ini. Diharapkan setiap anak penerima manfaat dari #KaryaBaik ini terbantu kebutuhannya dan menjadi inspirasi semangat untuk kita semua", ungkap Pramesti Yulfia selaku Head of Marketing Staedtler Indonesia.

Staedtler dan Dompet Dhuafa Bantu Disabilitas Anak. (Foto: Wahyu-Depok)

Pada Kamis (24/12) pagi tim Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan kursi roda untuk Wahyu Setiawan (10) di kediamannya Kampung Sindang Karsa RT. 01/08, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Wahyu mengidap sakit Cerebral Palsy (CP) saat usianya balita dan saat ini hanya dapat berbaring di kasur.

Staedtler dan Dompet Dhuafa Bantu Disabilitas Anak. (Foto: Rita-Bogor)

Selepas dari kediaman Wahyu, tim Dompet Dhuafa lekas berangkat menuju rumah Rita Nurhidayah (5) di Kampung Ciparahu RT. 01/07, Desa Kiara Sari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Pada usia 9 bulan, Rita mengalami panas tinggi yang mengakibatkan kejang. Namun orang tua Rita hanya bisa berobat ke bidan terdekat, karena lokasi rumahnya cukup jauh bila harus ke rumah sakit serta kendala biaya. Bidan pun mendiagnosa Rita mengalami gizi buruk, namun orang tuanya hanya bisa pasrah. Saat ini Rita berusia 5 tahun, namun hanya dapat berbaring di kasur tanpa adanya kursi roda.

"Terima kasih pada donatur Staedtler, atas bantuan kursi roda ini, alhamdulillah anak saya bisa diajak jalan keluar", ujar Yati (40) orang tua Rita.

Tak hanya Wahyu dan Rita, pada hari Minggu (13/12) lalu, tim Dompet Dhuafa pun menyalurkan bantuan untuk Alif dan Iip.

Staedtler dan Dompet Dhuafa Bantu Disabilitas Anak. (Foto: Alif-Bogor)

Alif Al Januar (11) mengidap polio sejak usianya balita. Nia (35) Sang Ibu yang hanya berjualan nasi uduk sudah berusaha mencari alternatif obat untuk Alif agar Ia bisa berjalan, namun tak kunjung membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, terima kasih pada Staedtler dan Dompet Dhuafa, anak saya bisa dapat kursi roda dan bisa dipakai untuk berangkat sekolah", ujar Nia saat ditemui di kediamannya di Kampung Bojong RT. 03/02, Desa Pamagersari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Staedtler dan Dompet Dhuafa Bantu Disabilitas Anak. (Foto: Iip-Bogor)

Selain Alif, ada juga Iip (13) anak dari pasangan Mukti Ali dan Hilyatul Suliyah yang tinggal di Kampung Hajere RT. 02/02, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Iip mengalami sakit Cerebral Palsy (CP) saat usianya balita, dan saat ini hanya dapat berbaring di kasur serta jarang dibawa keluar karena tidak memiliki kursi roda.

"Alhamdulillah, sekarang anak saya bisa dibawa ke luar untuk berjemur dan melihat-lihat. Terima kasih pada donatur Dompet Dhuafa, semoga sukses dan berkah", ujar Mukti.

Donasi terkumpul pada kampanye tahap kedua ini berjumlah Rp 20 juta dan telah disalurkan pada empat disabilitas anak.

-
-
139

Komentar