Tebus Ijazah Elsa, Perempuan Tangguh Tulang Punggung Keluarga
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 23 January 2024
DEPOK — Elsa Nur Syekha (19), seorang anak kelulusan tahun 2023 dari SMK Assalamah, Cipayung, Depok. Ia baru saja mendapatkan ijazahnya yang sempat tertahan akibat kendala pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan uang ujian.
Seusai masa pendidikannya, Elsa melamar pekerjaan dengan bermodalkan SKL (Surat Keterangan Lulus) dan saat ini Ia bekerja di ITC Depok sebagai penjaga toko yang memiliki pendapatan Rp50.000 per hari, untuk menebus ijazah dan menafkahi keluarganya.
Perempuan asal Depok ini tinggal bersama dengan ibu dan adiknya yang masih balita. Ia memiliki satu kakak yang sudah berumah tangga. Sri Wahyuni (45), merupakan seorang ibu rumah tangga.
Pada Jum'at (19/01/2024), melalui bantuan donatur, Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa memberikan bantuan sebesar Rp1.900.000,- kepada Elsa untuk menebus ijazah SMK sebagai lulusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP).
"Senang, terima kasih banyak karena bantuannya jadi bisa ketebus (ijazahnya). Semoga ada anak lain lagi yang bisa dibantu dari LPM Dompet Dhuafa," kata Sri.
Sang Ibu juga mengungkapkan bahwa saat putrinya melamar pekerjaan beberapa tidak diterima karena harus memiliki ijazah sebagai salah satu syarat.
"Alhamdulillah dengan bantuan ini anak-anak bisa terbantu, untuk anak-anak tidak mampu jadi bisa untuk mengambil ijazah, mereka bisa melanjutkan baik pendidikan maupun bekerja yang nantinya dia bisa membantu keluarganya," ucap Rohmah selaku Staf Tata Usaha Administrasi.
"Kami berharap mudah-mudahan anak-anak tidak mampu lebih banyak lagi yang terbantu dan sosialisasinya lebih banyak ke orang tua jadi anak-anak tidak mampu dapat informasi bagaimana proses bantuannya," lanjutnya.
LPM Dompet Dhuafa berharap agar program bantuannya dapat terus memberikan manfaat, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
"Kita memang targeting itu untuk tahun sekarang kita lagi memprioritaskan di usia SMA atau SMK, yang kita prioritaskan itu yang pertama yatim yang kedua duafa. Tujuan kita untuk melakukan program ini agar yang pertama yaitu bisa melakukan pendidikan ke jenjang selanjutnya terus yang kedua kita berharapnya ketika ijazahnya sudah ditebus mereka itu mau untuk bekerja kalau misalkan dia gak mau kuliah," tutup dari pihak LPM Dompet Dhuafa.
Komentar
Pencarian
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor
-
LPM Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Toko UMKM Imbas Eskalasi Demo Kwitang