Saat Warga Binaan Lapas Bekasi Belajar Manajemen Masjid dan Khotib
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 03 January 2017
BEKASI -- Dua Puluh Lima Santri (narapidana) mengikuti pelatihan Manajemen Masjid, Khotib dan Pemulasaran Jenazah di Masjid At-Taubah, Lapas Kelas II A Bekasi, pada Sabtu (3/3). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bina Santri Lapas (BSL) Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Lembaga Pemasyarakatan Bulakapal.
Pelatihan rencananya akan dilaksanakan selama dua kali, yaitu pada tanggal 3 Maret dan 10 Maret. Pada kesempatan pertama, materi yang akan disampaian adalah tentang manajemen masjid dan khotib. Pematerinya adalah KH. Drs. Badeng Saputro, yang merupakan perwakilan dari DMI, dan menyampaikan tentang pentingnya manajemen masjid.
“Kita seharusnya menghidupkan masjid, bukan mencari hidup di masjid. Maka dari itu, kita semua perlu belajar bagaimana manajemen masjid yang benar agar dapat menghidupkan masjid,†ucap Badeng Saputro, mengawali materinya.
Materi selanjutnya diisi oleh Ustadz Ahmad Syamsuri, yang merupakan perwakilan dari MUI. Pada kegiatan tersebut beliau menyampaikan materi mengenai khotib.
“Ilmu ini sangat penting bagi para warga binaan lapas. Mudah-mudahan setelah keluar dari penjara, ilmu yang didapat, mampu mereka terapkan di lingkungan sekitar. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,†jelas Ahmad Syamsuri.
Salah satu warga binaan lapas yang mengikuti acara tersebut sangat senang dan antusias. “Wah saya sangat senang pak setiap ada kegiatan seperti ini. Menambah ilmu bagi saya, dan warga binaan lainnya. Karena ilmu-ilmu seperti ini dapat digunakan ketika kita sudah keluar dari sini. Sehingga kita dapat menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat di masyarakat,“ ucap Ansyori, yang sudah setahun menjalani masa tahanan.
Selain kegiatan tersebut, BSL Dompet Dhuafa juga melakukan bimbingan rohani secara regular untuk warga binaan di Lapas Bulakapal. Bimbingan dilakukan dua kali dalam seminggu yang diisi oleh Ustadz Azizi, sebagai bentuk penyelamatan aqidah dan memotivasi hidup yang lebih baik. Agar kelak pada saat keluar dari Lapas, warga binaan dapat hidup lebih baik dan diterima di masyarakat. Tentunya juga membawa perubahan yang berarti dalam hidupnya. (Dompet Dhuafa/Taufan LPM)
Komentar
Pencarian
Berita Terkini
-
Muharram Fest 2026: Merajut Kasih, Menyemai Senyum Yatim di Bulan Mulia
-
Semarak Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Edukasi dan Kreativitas Bagi Anak Yatim
-
Program Pemuda Tangguh LPM Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Muda
-
LPM Dompet Dhuafa Beri Santunan dan Pendampingan Keluarga Korban Bekasi
-
Gelar Muharam Fest 2026, LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Kreasi untuk Kebahagiaan Anak Yatim
-
Inovasi Inklusi, LPM Manfaatkan Aktivitas Bertani sebagai Media Terapi Mental
-
Dukung Reintegrasi ke Masyarakat, Bapas Jakarta Timur dan LPM Dompet Dhuafa Hadirkan Pelatihan Barista
-
Momentum Muharram: Bersama Kuatkan Adik Yatim
-
LPM Dompet Dhuafa dan Anayatrans Hibur Anak Yatim dengan Rekreasi Edukatif di Taman Safari Bogor
-
Dari Duka ke Harapan, Dompet Dhuafa Dampingi Korban Kecelakaan Bekasi Bangkit Kembali