Wujudkan Pelayanan Terbaik Bagi Pasien dalam Sarasehan Panti Rehabilitasi Disabilitas Mental
Posted By : Rahayu Saputro
Date : 14 December 2023
CIPUTAT - The Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada pada Desember tahun 2022 melakukan penelitian yang hasilnya menemukan 15,5 juta remaja mengalami gangguan kesehatan jiwa dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Persoalan tersebut menjadi kesadaran bersama dalam menangani kasus kesehatan mental, apalagi bagi orang yang sudah dalam kondisi gangguan jiwa atau ODGJ. Perlu adanya peran dari setiap elemen baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta untuk membantu mereka dalam rehabilitasi atau proses penyembuhan.

LPM Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan Bersama Lembaga Rehabilitasi Disabilitas Mental se-Jabodetabek pada Kamis (14/12) di Aula Madya Syahida Inn, UIN Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 Yayasan yang beraktivitas menangani orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Dalam sesi diskusi, setiap yayasan menceritakan pengalaman dan metode yang dilakukan dalam menangani pasien. Banyak dari yayasan yang berjuang demi memberikan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal dan pemenuhan aktivitas bagi pasien.
M. Noor Awaluddin Asjhar selaku Kepala LPM Dompet Dhuafa dilain tempat mengatakan, adanya program Pembinaan Disabilitas Mental ini menjadi bentuk bantuan dalam menolong saudara kita yang mengalami permasalahan kejiwaan. "Melihat stigma yang ada di masyarakat terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa itu memprihatinkan. Untuk itu perlu adanya kesadaran bersama dan penguatan antar Lembaga Rehabilitasi demi penanganan yang baik bagi pasien," jelasnya.

Kegiatan ini juga membahas bagaimana rencana kolaborasi yang bisa difasilitasi oleh Dompet Dhuafa kepada Yayasan dan Panti Rehabilitasi ODGJ dalam membantu pasien saat kondisi pemulihan. Selama ini LPM Dompet Dhuafa sudah mendukung beberapa kegiatan dari Panti Rehab, seperti menghadirkan pembimbing rohani, mengajak aktivitas outdoor pasein, hingga membangun rumah kayu bagi pasien.

Salamiah dari Yayasan Jiwa Layang menilai acara kali ini sangat bagus sekali karena bisa bersilaturahmi antar lembaga dan berdiskusi terkait persoalan yang dialami masing-masing lembaga. "Menjadi tenaga kesehatan atau psikososial kami merasa senang, apalagi kalau ada pasien yang bisa mandiri setelah sembuh dengan membangun usaha. Tapi memang bagi mereka demi bisa mandiri terkadang kesulitan modal dalam berdagang atau berwirausaha. Bersama Dompet Dhuafa semoga kedepannya bisa semakin banyak membantu saudara kita yang mengalami gangguan kejiwaan," ungkapnya. (LPM/Ray)
Komentar
Pencarian
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor
-
LPM Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Toko UMKM Imbas Eskalasi Demo Kwitang