Beri Edukasi, Dompet Dhuafa Gelar Seminar & Pendidikan Pemulasaraan Jenazah di Kecamatan Cipondoh
TANGERANG – Bagian Pemulasaraan Jenazah (BARZAH) Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa kembali mengadakan Seminar & Pendidikan Pemulasaraan Jenazah di Kantor Kecamatan Cipondoh, Tangerang pada Jumat (7/4/23).
Seminar ini merupakan salah satu program pendidikan dari BARZAH bagi para amil jenazah. Tak hanya di satu tempat saja, pendidikan pemulasaraan jenazah ini juga akan dilaksanakan di dua tempat lain selama Ramadan, yakni di Masjid An Naasul Haadi Depok pada Sabtu (8/4/23) dan Islamic Center Bekasi pada Minggu (16/4/23).
Seminar yang bertajuk “Semangat Membangun Kepedulian Memuliakan Manusia Sesuai Kaidah Syariat, Kesehatan, dan Hukum Negara†ini hadir atas kerja sama antara Dompet Dhuafa, Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Kota Tangerang, Dewan Masjid Indonesia cabang Cipondoh, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.


Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Kepala LPM Dompet Dhuafa, M. Noor Awaluddin, Kapolres Metro Tangerang Kota, Camat Kecamatan Cipondoh, Polsek Kecamatan Cipondoh, Ketua DMI Cipondoh, Ketua Bamus Maskot Tangerang dan para narasumber lain yang mengisi seminar. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini juga mencapai 96 orang.
“Dengan seminar ini diharapkan bisa meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan yang ada, terkait aturan-aturan tentang pemulasaraan jenazah. Belajar juga tidak ada batasnya, jadi amil jenazah juga bisa belajar kapan saja khususnya tentang pemulasaraan ini agar tidak salah nantinya,†ungkap Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang dalam sambutannya yang sekaligus membuka seminar tersebut.
Menurut Kepala LPM Dompet Dhuafa, ada hal menarik dari seminar kali ini yang tidak ada dalam seminar sebelumnya. Jika biasanya materi yang disampaikan hanya seputar pemulasaraan jenazah secara syariat, kali ini berbeda. Para amil jenazah diberikan wawasan lain yang khusus terkait kasus-kasus pemulasaraan jenazah.
“Misalnya ada jenazah seperti pada kasus Covid, sehingga punya kemungkinan penularan penyakit. Lalu juga ada jenazah bencana alam, tentu pemulasaraannya sedikit berbeda. Sama halnya dengan jenazah korban kejahatan juga pemulasaraannya tidak boleh sembarangan,†jelas Awaluddin.

Ia juga menjelaskan bahwa ada materi-materi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, kepala puskesmas, sehingga nantinya masalah yang melatarbelakangi meninggalnya jenazah bisa selesai terlebih dahulu.
Ini menjadi materi tambahan bagi amil jenazah agar ke depan ketika mereka menemukan kasus-kasus tertentu, mereka sudah paham dan bisa mengkoordinasikan dengan kepolisian atau bertanya ke dokter, sehingga proses pemulasaraannya bisa lebih baik.
Selain seminar, LPM Dompet Dhuafa juga berencana untuk menempatkan satu mobil jenazah gratis di Kecamatan Cipondoh yang nantinya akan dipergunakan untuk kebermanfaatan masyarakat setempat.
“Seminar hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan LPM, salah satunya oleh Tim Barzah di bulan Ramadan ini. Harapannya bisa memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat di daerah Cipondoh. Rencana ke depan nantinya kita akan menempatkan satu mobil jenazah di daerah ini yang semoga bisa memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan,†tutur M. Noor Awaluddin.


Peserta seminar juga tampak antusias mengikuti seminar sampai akhir. Mereka aktif bertanya pada pemateri terkait hal-hal tentang pemulasaraan jenazah. Aida (44) salah satu peserta yang hadir turut menceritakan alasan kehadirannya.
“Salah satunya untuk edukasi pribadi saya, dan nanti ke depannya bisa bermanfaat bagi orang lain. Kerena materi ini penting ya, jadi saya juga dapat ilmu terkait pemulasaraan jenazah seperti mana bagian yang tidak boleh disentuh, bagaimana pemulasaraan bagi mereka dengan kondisi khusus. Terutama nanti jika ada keluarga yang meninggal, jadi kita sudah tau ilmunya,†aku Aida.
Menurutnya, seminar kali ini sangat bermanfaat karena pemaparannya lengkap. Mulai dari bagaimana pemulasaraan menurut undang-undang, menurut kesehatan, dan menurut syariat Islam.
“Apalagi tadi ada materi dari Kapolres, jadi kita tahu bagaimana kalau ada yang meninggal dengan kasus tertentu, gimana untuk jenazah dengan perawatan khusus, apa saja tanda-tandanya baik yang wajar atau tidak wajar,†pungkas Aida. (Dompet Dhuafa/Awalia R)
Komentar
Pencarian
-
Dukung Keadilan Bagi Azka Rizky, LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Keluarga Azka
-
Saat Majelis Taklim Menjadi Jalan Keluar dari Utang dan Kemiskinan
-
Cegah Stunting, LPM Dompet Dhuafa Resmikan Program Pangan Keluarga di Bogor
-
Dari Terdampak Hingga Tebar Manfaat: Kisah Lastri Relawan Dapur Umum
-
LPM Dompet Dhuafa Gandeng Ditjen PAS Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan di Jawa Barat
-
LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Kelas I Jakarta Timur-Utara Jalin Kerja Sama Program Bina Santri Lapas
-
Kala Yatim Hebat Menampilkan Potensi dan Bakatnya dalam Youth Expression Festival 2025
-
Dorong Kepercayaan Diri Disabilitas Mental, LPM Ajak Penyintas Terapi Rekreasi
-
LPM Dompet Dhuafa Bantu Jamaah Terdampak Ambruknya Bangunan Majelis Taklim Ciomas Bogor
-
LPM Dompet Dhuafa Bersih-Bersih Toko UMKM Imbas Eskalasi Demo Kwitang